Salah satu objek wisata bahari yang cukup mempesona di Kabupaten Parigi Moutong adalah Pulau Kelelawar, Pulau ini terdapat di teluk tomini tepatnya di desa Tomoli Kec. Toribulu dengan jarak ± 60 Kilometer dengan waktu tempuh ± 3 Jam dari kota Parigi, dari pantai ke pulau dapat ditempuh dengan menggunakan perahu bermesin yang disewakan oleh masyarakat setempat dengan tariff yang terjangkau dan bisa dinegisasikan, membutuhkan waktu kurang lebih ± 10 menit. Dari Palu ibukota Propinsi berjarak sekitar 97 kilometer arah timur laut. Pulau seluas kurang lebih 10 hektar ini diapit oleh dua tanjung hutan bakau yang menyerupai pintu gerbang masuk menuju pulau ini, keunikan obyek wisata yang satu ini adalah merupakan tempat berkembang biaknya beberapa jenis kelelawar yang diantaranya berwarna kuning, coklat dan hitam. Pemandangan yang fenomenal akan anda saksikan saat senja, dimana ribuan kelelawar akan beterbangan disekitar pulau ini yang nyaris menutupi langit setempat. Pulau ini juga memiliki pasir putih yang indah, sangat menyenangkan untuk berenang dan menyelam disekitar pulau ini. Anda juga bisa melakukan berbagai kegiatan lain seperti berperahu di sekitar pulau atau memancing ikan. Disini anda juga akan menemukan nelayan-nelayan tradisional yang tentu saja hasil tangkapannya dapat anda beli dengan harga yang cukup murah. Bagi para pencinta dan peneliti, pulau ini rasanya sangat tepat untuk penelitian hewan kelelawar. Untuk menuju Pulau Kelelawar, pengunjung dapat memanfaatkan jasa angkutan motor tempel yang disediakan oleh penduduk setempat, dengan tarif sewa Rp10.000/orang. Waktu tempuhnya hanya sekitar 10-15 menit perjalanan. 
 


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Obyek dan Daya Tarik Wisata Parigi Moutong
Kabupaten Parigi Moutong

Terbentuk pada tanggal 10 April 2002 dengan Parigi sebagai ibukota kabupaten dan memiliki luas wilayah 6.231,85 km². Letak Kabupaten Parigi Moutong dapat dikatakan sangat strategis karena menghubungkan Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah atau disebut dengan kabupaten Lintas segitiga Emas. Wilayah kabupaten Parigi Moutong memiliki batas-batas wilayah :
Sebelah Utara        : Berbatasan dengan Kabupaten Buol, Kabupaten Tolitoli dan Provinsi Gorontalo
Sebelah Selatan    : Berbatasan dengan Kabupaten Poso dan Provinsi Sulawesi Selatan
Sebelah Barat        : Berbatasan dengan Kota Palu dan Kabupaten Donggala
Sebelah Timur       : Berbatasan dengan Teluk Tomini
Berdasarkan keadaan alam wilayah parigi moutong terdiri dari daratan, pantai dan hamparan pegunungan yang luas. Di Kabupaten Parigi Moutong beberapa tempat yang dapat ditemui yang menjadi objek-objek wisata yang berpotensi menjadi daya tarik bagi kunjungan wisatawan ketempat ini, antara lain tebing Likunggavali, pantai nalera dan bekas istana Tinombo. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Sulawesi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong juga memiliki sarana wisata dan penunjang yang cukup memadai, seperti penginapan, rumah makan, bank dan sarana transportasi darat maupun Laut.  Jarak dari Palu Ibukota Provinsi – Kabupaten Parigi moutong 65 km dan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan umum dan pribadi dengan waktu tempuh kurang dari 2 jam.
Tebing Likunggavali
PANJAT TEBING LIKUNGGAVALI.
Olahraga panjat tebing ini dapat dilakukan di Likunggawali, Marantale karena disini terdapat tebing yang curamnya mencapai 80 meter sehingga tempat ini menjadi salah satu obyek panjat tebing yang terbaik. Ada juga air terjun Toramaya yang berjarak 4 kilometer dari Desa Towera dimana kita dapat melihat sarang burung walet sarang putih (collocalia fuciphagus).
Bagi wisatawan yang senang trekking/hiking maka Lingkunggawali juga menjadi pintu masuk trekking dari pantai timur ke pantai barat dengan rute Likunggawali ke Janaedo selama 3 hari perjalanan. Obyek wisata ini dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat kurang lebih 3 jam dari Palu.

POPULASI MALEO DI SAUSU PEOREH
Burung maleo di Sulawesi Tengah dapat dijumpai di beberapa tempat, salah satunya di desa Sausu Peoreh, Kabupaten Pangi Moutong. Lokasi ini dapat dicapai dengan bus selama  2 jam dari kota Palu. Burung maleo atau maccrocephalon maleo, adalah rumpun megapodiidae yang suka membuat gundukan atau sering disebut burung inkubator. Rumpun burung ini ditemukan di Indonesia Timur hingga Polinesia dan Australia. Tetapi di Indonesia Timur, burung Maleo hanya hidup di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah  dan Sulawesi Tenggara. Burung ini berbulu hitam dan putih mencolok dengan dada merah jambu, ekor berdiri tegak dan kepala gundul. Besarnya sebesar ayam betina dengan berat 1.6 kilogram.
Burung Maleo menggunakan sumber panas dari luar menetaskan telurnya. Burung ini biasanya menghuni pantai berpasir yang dipanasi matahari, sumber-sumber air panas atau lubang lubang gunung berapi.

PULAU KELELAWAR
Pulau ini terletak berdekatan dengan desa Tomoli kecamatan Ampibabo yang berjarak 97 kilometer dari kota Palu dan dapat dicapai dengan semua jenis kendaraan. Berenang dan menyelam dapat dilakukan di obyek wisata ini.

PULAU MAKAKATA
Terletak di Kecamatan Parigi, 85 kilometer dari Kota Palu. Pulau ini dapat dijangkau dengan kendaraann roda empat sekitar 2,5 kilometer dan dilanjutkan dengan naik motor boat 25 menit.
Pulau ini memiliki panorama alam yang indah dan dihuni oleh masyarakat etnik Bajou yang terkenal dengan cara menangkap ikan yang masih tradisional.
Pantai Kasimbar
 
 
 
 
 Obyek Wisata yang Akan Dikelola dan Dikembangkan
 
Wisata Alam :
 
  1. Air Terjun Tolai, Rasita Cinta Bahari, dan tempat telur/sarang burung Maleo / sausu
  2. Pulau Makakata, Tanjung Makakata, Air Panas Kayu Boko, Pantai Kayu   Bura, Pantai Sinar Kampal, Pantai Bambalemo, Pantai Uwenggalojo Toboli,   Pantai Mautivon Avulua, Pantai Pointoluwa MamuaToboli, dan Air Terjun   Mambuku Nujea Pangi / parigi
  3. Pantai Nalera, Air Terjun Likunggavali/Panjat Tebing, Tanjung Maranindi, Air   Terjun Polindo Lara, Air Panas Kasimbar, Pulau Kelelawar, Gunung Sidole,   dan Gunung Sindu / ampibabo
  4. Pantai Sidoan, Air Panas Sidoan dan Air Terjun Sidoan / tinombo
  5. Air Terjun Ogomojolo, Pulau Ogotion, Gunung Tinombala, dan Gua   Tingkulang / tomini
  6. Pulau Ongka, Pasir Putih Santigi, Pulau Mandora, Pulau Moian, Pasir Putih   Sibatang, Pulau Solaya, Dagat Dede (Pulau Kecil), Danau Bolano Sau dan   Danau Dako / moutong
 
 Wisata budaya :

  1. Kuburan Tua Bulu Malali, Magao Janggo, dan Fuse Lembah / parigi
  2. Ogo Alas, Monumen Khatulistiwa, Rumah Adat Tinombo, dan Batu Tikar / tinombo
  3. Pulau Kubur / tomini 
 
 Wisata agro :

  1. Perkebunan rambutan, pembibitan pohon pinang, dan kebun durian Parigimpa / ampibabo